Sunday, 25 January 2015

Persela Petik Pelajaran di SCM Cup


Caretaker Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludiyanto mengatakan timnya mendapatkan pelajaran berharga usai kalah 1-2 dari Sriwijaya FC dalam laga semi final SCM Cup 2015 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (25/1).

"Dua gol yang tercipta itu akibat kesalahan kami sendiri," ungkap Didik seusai pertandingan.

Tim Biru langit kebobolan pada menit ke 62' oleh Ferdinand Sinaga melalui serangan balik yang memanfaatkan kelengahan Pertahanan Persela, Penampilan gemilang Choirul Huda tak sejalan dengan keseimbangan antar lini sehingga gawangnya kembali bobol lewat kaki Titus Bonai di menit ke 78'. Sementara gol Persela pada tercipta pada menit akhir jelang laga usai melalui Sundulan Agus Salim yang memanfaatkan umpan crossing dari Balsa Bozovic pada menit 89'

Laskar Joko Tingkir selama pertandingan seperti kesulitan mengembangkan permainan. Serangan yang dilancarkan kerap terbuang sia-sia di daerah pertahanan Sriwijaya akibat banyak kesalahan koordinasi.

"Dalam laga tadi, kami sangat mudah kehilangan bola, permainan kurang tenang."

Terkait pemain asing David Pagbe yang baru bergabung, Didik mengatakan, suksesor Goran Gancev yang dianggap gagal seleksi masih belum nyetel karena perlu adaptasi lebih jauh. "Semua masih banyak kurangnya, termasuk Pagbe. Anak-anak seringkali kehilangan bola, transisi juga kurang bagus," tambah Didik.

Meski tidak lolos ke Final, Didik tetap ingin timnya belajar banyak dari ajang ini. Menurutnya ini adalah persiapan sebelum menatap Indonesia Super League (ISL) 2015. "Kami memang tidak memasang target di ajang ini. Tapi kami tetap ingin melihat performa para pemain. Komunikasi antar lini harus segera kami evaluasi. Karena di ISL nanti kesalahan sekecil apapun tidak dapat ditoleransi." pungkasnya
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment